PROMOSI KESEHATAN PADA IBU HAMIL

PROMOSI KESEHATAN (HEALTH PROMOTION) PADA IBU HAMIL

Promosi kesehatan adalah upaya pemberdayaan masyarakat agar mau dan mampu menjadikan gaya hidup mereka sehat optimal. Kesehatan yang optimal didefenisikan sebagai keseimbangan kesehatan fisik, emosi, sosial, spiritual, dan intelektual.  

Menurut WHO (World Health Organization) adalah suatu proses yang memungkinkan individu untuk meningkatkan kontrol dan mengembangkan kesehatan mereka.

Promosi kesehatan pada ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi ibu hamil agar terwujud derajat kesehatan yang optimal. Diharapkan dengan penyuluhan dan informasi dari perawat ibu hamil dapat menjalani kehamilannya dengan tenang serta siap menghadapi persalinan.     

 

HAL-HAL YANG HARUS TERPENUHI  SELAMA KEHAMILAN

1.  Kebutuhan Nutrisi Ibu

Selama kehamilan ibu membutuhkan tambahan asupan makanan untuk pertumbuhan janin dan pertahanan dirinya sendiri. Sebagai tenaga kesehatan sebaiknya melakukan upaya untuk mempromosikan tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut.

1.  Jenis-jenis makanan:

- Makanan pokok : karbohidrat sebagai sumber energi

- Makanan pembangun : protein untuk tumbang janin

- Makanan pelengkap : vitamin dan mineral

- Makanan penunjang : lemak

2. Tambahan gizi yang diperlukan ibu hamil adalah :

- Protein : dari 6 gr/hari menjadi 10 gr/hari

- Energi / kalori : yang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak

- Vitamin : sebagai pengatur dan pelindung

Penambahan tersebut diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, persiapan persalinan dan untuk melakukan aktivitas. Penambahan ini pada trimester pertama belum diperlukan, tetapi pada trimester dua dan tiga dibutuhkan penambahan nutrisi karena terjadi pertumbuhan dan perkembangan janin yang cepat.

3. Tiga jenis makanan yang penting setiap hari dikonsumsi ibu hamil :

- Zat besi : Untuk mencegah anemia sehingga tidak akan terjadi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), perdarahan,dll

-  Kalsium : Untuk pertumbuhan tulang

- Yodium : Untuk mencegah pembesaran kelenjar gondok pada ibu, perkembangan lambat sehingga akan terjadi retardasi mental, cebol.

4.    Perubahan yang perlu dipahami ibu hamil :

- Tahap I (2 minggu setelah konsumsi), gizi yang diperlukan seperti biasa harus terpenuhi tapi belum membutuhkan penambahan.

- Tahap II (minggu ke 2 - minggu ke 8), sudah dibutuhkan nutrisi karena pada tahap ini sudah terbentuk jaringan-jaringan dan organ-organ tubuh janin.

- Tahap III (minggu ke 8 – lahir), untuk persiapan persalinan, laktasi dan kesempurnaan janin.


2.  Istirahat

    Istirahat bagi ibu hamil untuk meringankan urat syaraf atau mengurangi aktivitas otot. Wanita hamil butuh istirahat yang cukup, wanita hamil dianjurkan untuk tidur siang karena udara panas mudah membuat merasa lebih baikan bila cukup banyak istirahat. Releksasi tubuh yang sempurna mengatasi ketegangan fisik dan psikis selama hamil terutama pada saat melahirkan. Releksasi sangat berguna juga bagi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya. 

     Agar ibu hamil dapat melakukan istirahat yang benar, maka ia perlu mengetahui bagaimana cara penyegaran tubuh dan sehat yaitu : pertama angkat tangan, kemudian turunkan, sekali lagi angkat kemudian tarik nafas dan hembuskan, lakukan dengan santai.

1. Kegunaan istirahat adalah :

a.   Untuk melepaskan lelah

b. Memberikan kesempatan pada tubuh untuk membentuk kegiatan baru

c.  Menambah kesegaran untuk melakukan pekerjaan

2. Cara tidur yang nyaman

Pertama-tama ibu hamil duduk perlahan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Kemudian sedikit miringkan badan ke kanan, tangan kiri menyilang ikut menopang tubuh ibu perlahan-lahan, kemudian ibu hamil bisa tidur dengan telentang.

Begitu juga saat bangun, terlebuh dahulu miringkan tubuh ke kanan, topanglah tubuh dengan tangan kanan. Bangunlah perlahan-lahan dan kemydian ibu hamil bisa duduk kembali. Kalau perut ibu semakin besar akan sulit untuk tidur dengan posisi telentang maupun sebaliknya. Untuk itu ibu merasa tidur dengan posisi miring ke kiri.

 

3.  Dukungan psikologis kehamilan

Merupakan masa dimana tubuh orang ibu hamil bukan saja mengalami prubahan fisik namun juga mengalami perubahan psikologis akibat peningkatan hormone kehamilan. Berbahaya jika pada ibu yang mengalami stress atau tekanan mental berlebihan dapat memicu terjadinya rangsangan kontraksi rahim bisa berakibat keguguran, meningkatkan takanan darah bahkan sebagai salah satu faktor pencetus keracunan kehamilan dan peningkatan kejadian preeklamsia. oleh karena itu dukungan psikologis sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk tetap menjaga agar tidak stress yang berlebihan terhadap kehamilannya

 

4.  Kebutuhan Pakaian

Ibu hamil sebaiknya mengenakan pakaian yang memenuhi kriteria sebagai berikut :

1.Nyaman : pakaian sebaiknya tidak ada penekanan-penekanan pada bagian tertentu sehingga ibu tidak dapat bebas bergerak

2. Longgar : bukan berarti pakai baju yang terlalu besar, tapi yang dapat bergerak bebas

3.Tidak tebal : pakaian tebal akan menimbulkan rasa panas dan keluarnya keringat   sehingga tidak bebas bergerak

4. Menarik : enak dipandang mata

5.Menyerap keringat : karena pada ibu hamil banyak keringat, maka dianjurkan memakai pakaian yang menyerap keringat. Disini ditekankan pada bahan dasarnya.

 

5.  Imunisasi

    Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toksoid (TT). Gunanya pada antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus.

    Menurut WHO seorang ibu harus diberikan imunisasi tetanus, sedikitnya 2x injeksi selama kehamilan ( I pada saat kunjungan antenatal I dan II pada 2 minggu kemudian )

Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah :

TT 1 selama kunjungan antenatal 1

TT 2 → 4 minggu setelah TT 1

TT 3 → 6 minggu setelah TT 2

TT 4 → 1 tahun setelah TT 3

TT 5 → 1 tahun setelah TT 4

    Karena imunisasi ini sangat penting, maka setiap ibu hamil hendaknya mengetahui dan mendapat informasi yang benar tentang imunisasi TT. Petugas kesehatan harus berusaha program ini terlaksana maksimal dan cepat.

 

6.  Senam Hamil

    Senam hamil bukan merupakan keharusan, namun dengan melakukan senam hamil akan memberikan banyak manfaat dalam membantu kelancaran proses persalinan salah satunya dapat melatih cara mengedan yang benar. Kesiapan ini merupakan bakal bagi calon ibu pada saat persalinan.

   Tujuan senam hamil adalah memberikan dorongan serta melatih jasmani dan rohani ibu secara bertahap agar ibu dapat menghadapi persalinan dengan tenang, sehingga proses persalinan dapat berjalan lancar dan mudah. Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis, melonggarkan persendian yang berhubungan dengan proses persalinan, cara memperoleh kontraksi dan relokasi yang sempurna, menguasai teknik-teknik pernapasan dalam persalinan.

1. Gerakan senam hamil pada kunjungan pertama :

a. Senam untuk kaki

Duduk di kursi dengan kaki dirapatkan dan telapak kaki ditaruh di lantai, mengangkat jari-jari kaki secara perlahan lalu diturunkan. Berguna untuk memperkuat otot panggul dan punggung sehingga dapat menopang tubuh ibu yang semakin besar.

b. Duduk di kursi

Silangkan kaki kanan diatas kaki kiri, gerakkan ujung kaki perlahan-lahan ke atas dan turunkan. Berguna untuk otot pinggang dan panggul

c. Senam duduk bersila

Duduk bersila, letakkan kedua telapak tangan di atas lutut, tekan lutut ke bawah perlahan-lahan, berguna untuk mengurangi kram kaki karena duduk terlalu lama

d. Cara tidur yang nyaman

Berbaring miring ke kiri dengan kaki ditekuk

2.  Gerakan senam hamil pada kunjungan ke dua :

a. Senam posisi telentang

Tidurlah telentang dan tekuk lutut sedikit, jangan terlalu lebar dan arahkan telapak tangan  kebawah dan berada di samping badan, angkat pinggang secara perlahan-lahan

b. Senam posisi merangkak

Badan dalam posisi merangkak, sambil menarik nafas angkat punggung ke atas dengan wajah menghadap ke bawah, membentuk lingkaran sambil perlahan-lahan mengangkat wajah, hembuslah nafas. Turunkan punggung kembali perlahan

c. Senam untuk lutut

Tidur telentang tekuk kaki kanan, lutut kanan digerakkan perlahan ke kanan, bergantian

d. Senam dengan kedua lutut

Senam telentang dengan kedua lutut ditekuk, kedua lutut digerakkan kekiri dan kanan.

e. Gerakan untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan

Tidur dengan posisi kaki ditekuk, urut perut dengan kedua tangan dari bawah perut ke payudara.

f. Cara mengejan

Posisi setengah duduk dan kaki direnggangkan, perlahan-lahan tarik nafas sebanyak 3x pada hitungan ke empat tarik nafas dan tahan mengejan kearah pantat dan hembuskan.

g. Cara pernapasan saat melahirkan

Dilakukan jika bidan mengatakan tidak usah mengejan lagi, letakkan kedua tangan di atas dada, buka mulut lebar-lebar bernapas pendek sambil mengatakan hah..hah.

     

7. Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan

     Setiap wanita hamil menghadapi reaksi komplikasi yang bisa engancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal :

1.    1x kunjungan selama Trimester I (sebelum 14 mg)

2.    1x knujungan selama Trimester II (antara mg 14-28)

3.    2x kunjungan selama Trimester III (antara mg 28-36 dan sesuda mg 36)

Pada setiap kali kunjungan antenatal tersebut, perlu didapatkan informasai yang sangat penting. Tabel di bawah ini memberikan garis-garis besarnya :

 

Kunjungan

 

Waktu

Informasi Penting

Trimester  I

Sebelum minggu ke-14

 

 

 

-          Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dengan ibu hamil

-          Mendeteksi masalah dan menanganinya

-          Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neoneturum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan peraktek tradisional yang merugikan

-          Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi

-          Mendorog prilaku yang sehat (gizi latihan dan kebersihan)

Trimester  II

Sebelum minggu ke-28

 

 

 

-          Sama seperti di atas ditambah kewaspadaan khusus mengenai preeklamsia (tanya ibu tentang gejala– gejala preeklamsia,pantau tekanan darah, evaluasi odema priksa untuk mengetahui proteinuria)

Trimester  III

Antara minggu ke 28-36

 

 

 

-          Sama seperti diatas ditambah palpasi abdominal untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda

Trimester  IV

Setelah minggu ke-36

-          Sama seperti di atas, ditambah deteksi letak bayi yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di Rumah sakit

 

 


Komentar

Postingan Populer